Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pendidikan

Riak-Riak Kerinduan Suasana Ruang Kelas di Tengah Pandemi

Gambar
Oleh: Sigit Beberapa bulan terakhir, seluruh dunia di gemparkan dengan adanya wabah yang sangat mengerikan. Wabah tersebut disebut dengan virus corona(covid-19). Virus ini berasal dari wuhan, salah satu kota di china yang kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia, termasuk negara Indonesia. Semua sektor menjadi dampak dari wabah tersebut, mulai dari sektor ekonomi, kesehatan dan juga pendidikan. Semua aktivitas di batasi guna untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19, bahkan kota-kota yang dikategorikan kedalam zona merah di haruskan untuk melakukan lock down.  Mengingat hal tersebut, kemendikbud menginstruksikan kepada segenap lembaga pendidikan yang ada di Indonesia untuk menerapkan sistem pembelajaran online,  untuk mengantisipasi dan memutus mata rantai penyebaran covid-19.   Sistem pembelajaran online adalah sebuah formula atau metode yang di terapkan dalam perkuliahan yang menggunakan seperangkat teknologi komunikasi. Pembelajaran online bisa menggunakan a...

100 Hari Kerja, Mendikbud: Kita Potong Rantai yang Menghambat Inovasi Pendidikan

Gambar
Jakarta - Hadir di dalam acara Indonesia Data and Economic Conference (IDE) 2020, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, menjelaskan dua paket kebijakan di bidang pendidikan yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kebijakan pertama dikenal dengan Merdeka Belajar. Sedangkan kebijakan yang baru saja diluncurkan beberapa waktu lalu dikenal dengan Kampus Merdeka. Kebijakan pertama yaitu berupa pembenahan terhadap sistem pendidikan dasar dan menengah, salah satunya adalah menghapus sistem Ujian Nasional (UN) dan menggantinya dengan asesmen kompetensi minimum dan survei karakter. Selanjutnya, pada kebijakan kedua memberikan berbagai keleluasaan pada perguruan tinggi tanpa harus berkoordinasi dengan begitu banyak instansi atau kementerian lainnya. “Jadi seratus hari ini, semua kita analisis mana yang bisa dilakukan sekarang, untuk mulai memotong rantai-rantai sekat-sekat regulasi yang menghalangi proses inovasi di dalam...

Mahasiswa Bebas Mengambil Kegiatan di Luar Program Studi

Gambar
Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk mengambil kegiatan di luar program studi (prodi) hingga tiga semester. Dengan demikian, diharapkan mahasiswa dapat memiliki kebebasan menentukan rangkaian pembelajaran mereka, sehingga tercipta budaya belajar yang mandiri, lintas disiplin, dan mendapatkan pengetahuan serta pengalaman yang berharga untuk diterapkan. "Menurut saya, dari semua kebijakan, ini adalah yang paling penting. Karena dampaknya untuk negara kita, saya rasa bisa dirasakan secara cepat, secara riil, dan secara masif," disampaikan Mendikbud di depan peserta Rapat Koordinasi Pendidikan Tinggi, di Gedung D, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Jumat (24/1/2020). Beragam kegiatan yang bisa dilakukan mahasiswa di luar prodinya di antaranya magang atau praktik kerja di industri atau organisasi nonprofit, pertukaran pelajar, pengabdian masyarakat, terlibat dalam...

Akreditasi Perguruan Tinggi Bisa Dilakukan Sukarela

Gambar
Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meluncurkan kebijakan Merdeka Belajar bagi pendidikan tinggi yang bertajuk "Kampus Merdeka". Salah satu kebijakan yang diatur adalah mengenai akreditasi perguruan tinggi (PT). Akreditasi PT yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) akan diperbaharui secara otomatis setiap lima tahun. Selain itu, perguruan tinggi yang terakreditasi B atau C dapat mengajukan kenaikan akreditasi kapanpun secara sukarela. “Sekarang re-akreditasi sifatnya sukarela, artinya bagi yang siap naik akreditasi, misalnya dari akreditasi B ke A maka dia yang akan diprioritaskan, jadi sifatnya adalah sukarela," disampaikan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim dalam rapat koordinasi kebijakan pendidikan tinggi (Dikti) di Jakarta, Jumat (24/1/2020). Perubahan kebijakan lainnya dalam akreditasi adalah adalah pemberian akreditasi A bagi prodi yang mendapatkan akreditasi internasional yang ditetapk...

Perguruan Tinggi Dituntut Berbenah

Gambar
Foto Kemendikbud Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meyakini bahwa perguruan tinggi memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul di Indonesia. Menurutnya, setelah meraih gelar sarjana, para lulusan S-1 akan langsung menghadapi tantangan di dunia kerja. "Maka inilah saatnya kita tingkatkan kualitas lulusan S-1 kita," ajak Mendikbud Nadiem Anwar Makarim saat menjelaskan tentang kebijakan "Merdeka Belajar:Kampus Merdeka" di Auditorium Dikti, Gedung D Lantai 2, Kantor Kemendikbud (24/01). Mendikbud mengatakan, sebagai ujung tombak penyiapan SDM, sudah semestinya perguruan tinggi terus bergerak dan berbenah dalam memperkuat bekal para sarjana di Indonesia sesuai dengan perkembangan zaman. "Perguruan tinggi harus lebih cepat berinovasi dibandingkan jalur pendidikan lainnya karena harus adaptif dan berubah dengan lincah menyesuaikan dengan kebutuhan di dunia kerja," tu...

Kampus Merdeka; 4 Kebijakan Mendikbud untuk Perguruan Tinggi

Gambar
Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim kembali meluncurkan kebijakan Merdeka Belajar. Diberi tajuk Kampus Merdeka, kali ini, terdapat empat penyesuaian kebijakan di lingkup pendidikan tinggi. "Kebijakan Kampus Merdeka ini merupakan kelanjutan dari konsep Merdeka Belajar. Pelaksanaannya paling memungkinkan untuk segera dilangsungkan, hanya mengubah peraturan menteri, tidak sampai mengubah Peraturan Pemerintah ataupun Undang-Undang," disampaikan Mendikbud dalam rapat koordinasi kebijakan pendidikan tinggi di Gedung D kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Jumat (24/1/2020). Kebijakan pertama adalah otonomi bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Swasta (PTS) untuk melakukan pembukaan atau pendirian program studi (prodi) baru. Otonomi ini diberikan jika PTN dan PTS tersebut memiliki akreditasi A dan B, dan telah melakukan kerja sama dengan organisasi dan/atau universitas yang masuk dalam QS Top 100 World Universities. Pengecualian berlaku ...

Membaca Buku-buku Kiri Bukan Aliran Radikal

Gambar
Probolinggo dihebohkan dengan dua mahasiswa dari komunitas Vespa Literasi yang diamankan Polisi setelah ditemukan membawa buku biografi Dipa Nusantara (DP) Aidit, buku ini ditemukan saat komunitas Vespa Literasi menggelar lapak baca buku gratis di Alun-Alun Kraksaan. Keduanya diamankan pada Sabtu (27/07/2019). Hal ini membuat penulis tertarik untuk membahasnya, kita ketahui bersama bahwa Dipa Nusantara Aidit adalah pemimpin senior partai kominis indonesia. Organisasi ini telah dilarang di indonesia, lantas apakah ketika seseorang membaca buku yang ada kaitannya dengan hal tersebut menjadi permasalahan hukum. Lebih parah lagi ketika orang yang membaca buku tersebut dianggap orang radikal atau bahkan kriminal. Jika betul orang yang membaca buku-buku kiri dianggap radikal, bagaimana nasib budaya literasi kita terutama dampaknya terhadap mahasiswa. Ketidak dewasaan lagi-lagi dipertontonkan dengan pemberantasan buku yang mana buku tersebut berfungsi sebagia media agar kita m...

Faktor Kuliahmu Membosankan

Gambar
Mendapat kesempatan kuliah di Perguruan Tinggi (PT) adalah hal yang sangat luar biasa. Kebayang dari mulai pendaftaran sampai tes untuk masuk. Namun, apa jadinya jika kuliah yang kamu jalani menjadikan kebosanan. Ternyata kuliah yang kamu jalani tidak cukup hanya dengan modal semangat, perlu tekad yang kuat dan perencanaan jangka panjang yang matang. Bekerja atau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi, ini juga harus jadi perhatian mulai sejak kalian menjadi mahasiswa. Berikut hal-hal yang membuat perkuliahanmu membosankan: 1. Tidak adanya tujuan yang jelas Perlunya perencanaan tujuan dari kuliah kalian, apa yang menjadi tujuan utama kalain kuliah. Karena tujuan ini menjadi acuan kalian dalam menjalani proses perkuliahannya, jika kalian sudah tak menemukan arah maka disitu akan muncul rasa kebosanan. 2. Salah memilih Jurusan Hal ini biasanya sering dialami oleh mahasiswa setelah masa pertengahan proses perkuliahan, maka dari itu sebelum kalian masuk di pe...

Pemikiran Kritis Mahasiswa Harus Disyukuri Bukan Dibungkam dan Ditakuti

Gambar
Mahasiswa merupakan fase tertinggi dari rantai makanan dalam dunia pendidikan. Maksudnya, Mahasiswa merupakan tahapan tertinggi dibanding jenjang pendidikan lainnya. sebagai individu yang berada pada puncak rantai makanan, Mahasiswa memiliki kebebasan dalam menentukan sikap, kebebasan berpendapat, kebebasan berkarya. Karena identik dengan hal seperti itu, mahasiswa dituntut untuk menjadi mesin gerak perubahan sosial dan pengontrol gerak cepat dinamis yang terjadi di kehidupan masyarakat. Tentu itu adalah tanggung jawab berat yang harus dilakukan oleh mahasiswa. Sering kita dengar bahwasanya "seorang pemuda (mahasiswa) bukan hanya generasi penerus dan peniru". Poin dari pribahasa itu merefleksikan bahwa mahasiswa mempunyai tanggung jawab lebih untuk menciptakan kreativitas yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Maka patut kiranya mahasiswa harus dibekali metodologi berpikir untuk mencapai satu titik solusi dalam menghadapi persolan sosial. Sehingga denga...

Pendidikan Layaknya Bank

Gambar
Foto ini diambil dari fokusjabar.com Pendidikan di Negara ini telah banyak bergeser dari makna sejatinya, hakikatnya pendidikan bertujuan untuk memanusiakan manusi (Humanisme). Dengan makna itu, tentu pendidikan harus menjadikan manusia menjadi manusiawi. Namun, realitas pendidikan kita hari ini telah terjerumus dengan nilai-nilai dehumanisasi. Esensi dari sejatinya manusia diciptakan untuk menjadi pelaku di muka bumi ini telah sedikit terkikis karena adanya pendidikan yang bersifat doktrinasi. Hanya dijadikan sebuah objek, tidak dibentuk menjadi subyek. Manusia yang mengenali denagn kondisi sosial ataupun alam semesta sebagai objek yang real, harus mampu menjadi pelaku yang memandang secara kritis dengan sumber daya manusia yang memadai. Hal itu menjadi terbalik karena pendidikan tidak lagi melahirkan pelajar sebagai subyek tapi hanya dibentuk menjadi obyek. Proses inilah yang terjadi pada pendidikan. Realisasi pendidikan mengarahkan seorang murid hanya dibentuk seb...

Pendidikan dalam Kotak

Gambar
  Kotak memiliki empat sisi yang saling nenutupi satu dengan yang lainnya. Maka yang dimaksud pendidikan dalam kotak ini adalah dibatasinya tujuan dan geraknya suatu pendidikan oleh empat sisi kotak ini. Hal ini disadari atau tidak, sudah banyak terjadi di lembaga-lembaga pendidikan di indonesia. Empat sisi yang saling menutupi ini adalah : liberalisme, kapitalisme, positivisme, dan pragmatisme. Pertama, liberalisme. Di berbagai institusi pendidikan terjadi liberalisasi pendidikan yang berakar pada filsafat ekonominya Adam Smith lewat karyanya 'Wealth Of Nation'. Filsafat ekonomi liberalisme bertumpu pada tiga keyakinan : pertama, kebebasan individu (personal liberty) ; kedua, pemilika  pribadi (private property) ; ketiga, inisiatif individu serta usaha swasta (private enterprise). Hal ini tentunya memiliki sisi terang dalam kehidupan. Namun juga tak bisa dihindari sisi gelap dari liberalisme. Sisi gelap dari liberalisme ini adalah terbentuknya budaya ko...

"Pendidikan Kritis" Sebagai Solusi Pembaharu Pendidikan

Gambar
Foto Firman Ilahi Pendidikan di era milenium mempunyai banyak problematika yang harus di hadapi, hal ini menjadi tantangan besar bagi lembaga-lembaga Pendidikan baik Negri maupun Swasta, berbagai teori tentang Pendidikan bayak bermunculan dalam literasi yang kita baca sebagai pembaharu dalam dunia Pendidikan. Dari banyak teori tentang Pendidikan, salah satu yang   menjadi teori pembaharu dalam Pendidikan adalah teori Kritis. Teori ini lahir seiring dengan perkembangan pemikiran dan praktik kehidupan Manusia, khusuusnya setelah perang Dunia II. Dalam bidang Filsafat mulai muncul ide-ide baru mengenai sistem kehidupan yang berlaku sesudahnya masa Kolonialisme. Dilihat dari segi historis, pola Pikir dan siksp Kritis ini sudah muncul sejak zamannya Immanuel Kant. Pemikiran kant ini muncul sebagai respon atas kebekuan pemikiran karna terjebak dalam dogmatisasi emperisme dan rasionalisme. Sehingga kant mengkolaborasikan keduanya dan melahirkan teori Kritisisme. tida...

Aktivis Menjadi Benteng Penangkal Terbentuknya Sarang Radikalisme di Kampus

Gambar
Sumber Gampar: https://jalandamai.org/wp-content/uploads/2017/05/maha.jpg Sasaran paham Radikalisme salah satunya Pemuda atau Mahasiswa yang belajar di Perguruan Tinggi (PT) Negri atau Swasta. untuk itu perlu adanya penanggulangan secara komprehensif, dan itu semua harus melibatkan semua pihak. Kampus yang selama ini dikenal sebagai tempat persemaian manusia berpandangan kritis, terbuka, dan intelek, ternyata tidak bisa imun terhadap pengaruh ideologi radikalisme. Radikalisme menyeruak menginfiltrasi kalangan mahasiswa di berbagai kampus. Dari masa ke masa di lingkungan kampus hampir selalu ada kelompok radikal baik ekstrem kanan maupun ekstrem kiri. Kampus yang didalamnya ada Mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki peran penting dalam mencegah radikalisme. Yang tidak kalah penting adalah revitalisasi lembaga, badan, dan organisasi kemahasiswaan intra maupun ekstra kampus. Organisasi-organisasi yang ada di kampus memegang peranan penting untuk mencegah berkembangnya ...