Postingan

Menampilkan postingan dengan label Terorisme

Islam Bukan Agama Teroris

Gambar
Sumber Gambar:https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR4Hw7NLLapVXYIraaIDDLu9t-HtNl7Yqm0eHYn-sZZh5AbwYVp6vOkFEeV Di dunia saat ini islam di era globalisasi bukan hanya dianggap sebagai agama yang membawakan keadilan dan kedamaian. Islam juga dianggap sebagai agama yang membawa radikalisme, dan terorisme atau konflik dan perpecahan. Apalagi muncul juga berbagai pemahaman islamophobia.  Islamofobia adalah istilah kontroversial yang merujuk pada prasangka dan diskriminasi pada Islam dan Muslim. Istilah itu sudah ada sejak tahun 1980-an, tetapi menjadi lebih populer setelah peristiwa serangan 11 September 2001. Pada tahun 1997, Runnymede Trust seorang Inggris mendefinisikan Islamofobia sebagai "rasa takut dan kebencian terhadap Islam dan oleh karena itu juga pada semua Muslim," dinyatakan bahwa hal tersebut juga merujuk pada praktik diskriminasi terhadap Muslim dengan memisahkan mereka dari kehidupan ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan bangsa.  Fitrahn...

Aktivis Menjadi Benteng Penangkal Terbentuknya Sarang Radikalisme di Kampus

Gambar
Sumber Gampar: https://jalandamai.org/wp-content/uploads/2017/05/maha.jpg Sasaran paham Radikalisme salah satunya Pemuda atau Mahasiswa yang belajar di Perguruan Tinggi (PT) Negri atau Swasta. untuk itu perlu adanya penanggulangan secara komprehensif, dan itu semua harus melibatkan semua pihak. Kampus yang selama ini dikenal sebagai tempat persemaian manusia berpandangan kritis, terbuka, dan intelek, ternyata tidak bisa imun terhadap pengaruh ideologi radikalisme. Radikalisme menyeruak menginfiltrasi kalangan mahasiswa di berbagai kampus. Dari masa ke masa di lingkungan kampus hampir selalu ada kelompok radikal baik ekstrem kanan maupun ekstrem kiri. Kampus yang didalamnya ada Mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki peran penting dalam mencegah radikalisme. Yang tidak kalah penting adalah revitalisasi lembaga, badan, dan organisasi kemahasiswaan intra maupun ekstra kampus. Organisasi-organisasi yang ada di kampus memegang peranan penting untuk mencegah berkembangnya ...

Negara Harus Tegas Memberantas Pelaku Terorisme

Gambar
" T erorisme tak cuma membunuh manusia melainkan matinya nilai-nilai kemanusian , Bukan hanya melukai tubuh belaka tapi juga mencederai jiwa dan raga , Membuat yang berfikiran terbuka jadi curiga, mematahkan banyak hati yang hidup bersama" Itulah ungkapan najwa shihab untuk aksi terorisme . Saat ini, penggambaran majas diatas   jelas menggambarkan tragedi kemanusiaan di belahan dunia manapun, termasuk hari ini di bumi Pertiwi, sudah memberi sinyal yang sangat kuat terhadap aksi-aksi terorisme, Negara harus ambil sikap yang tegas, tiada warga yang akan melarang ketegasan Negara dalam hal ini, bahkan ini akan memberikan sudut pandang yang positif kepada Pemerintah sebagai bentuk tanggung jawab kepada Masyarkat.   Akhir-akhir ini sering terjadi aksi teror yang berkedok Agama   seperti peristiwa yang beruntutan pekan lalu terjadi rentetan aksi teror, mulai dari Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, pengeboman gereja santa maria di Surabaya, hingga pengeboma...

4 OKP di Probolinggo bentuk Aliansi Pemuda Basmi Terorisme (APBT)

Gambar
Saat Massa Aksi menutup Jalan Raya Terjadinya bom bunuh diri di Surabaya kemaren, terus menjadi perhatian Publik. Rabu siang 16/05/2018 Aliansi Pemuda Basmi Teroris (APBT) di Probolinggo menggelar Aksi damai untuk menjadi tanda bahwa Rakyat Indonesia tidak takut melawan terorisme. Aksi itu digelar di pertigaan King (Jalan Gatot Subroto) Kota Prpbolinggo dengan massa aksi dari 4 OKP yang terdiri dari Pergerakan Mahasisa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasisa Islam (HMI), Ikatan Mahasisa Muhammadiyah (IMM) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Saudara Guntoro Putra yang menjadi Koordinator Lapangan (KORLAP) pada aksi tersebut, menyampaikan tujuan diadakannya aksi turun jalan itu. Dia mengungkapkan Meminta kepada semua elemin   Masyarakat Indonesia khususnya Masyarakat Probolinggo untuk tidak menyebarkan konten Video dan Gambar kerusakan akibat aksi Teror. Teatrikal sebagai bentuk perlawanan kepada pelaku terorisme di sela-sela Aksi “Ak...

Sikap Tegas Ketua Rayon M. Hatta PMII INZAH Genggong atas terjadinya Aksi Teror di Surabaya

Gambar
  Muhammad Husen Taufik Ketua Rayon M. Hatta (Fakultas Ekonomi & Bisnis Islam) Pergerakan Mahasisa Islam Indoneisa (PMII) Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong, memberikan sikap tegas terhaap Aksi Bom Bunuh Diri yang   terjadi di Surabaya. Ketua Rayon M. Hatta (Sahabat Muhammad husen Taufik) mengatakan, Aksi   teror tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena akan berakibat pada keberagaman dan mengganggu keamanan Bangsa Indonesia, terbukti   ketika Aksi Terorisme terjadi Masyarakat begitu terganggu dengan kejadian tersebut, tidak hanya pada Sosial Masyarakat tetapi persepsi-persepsi juga muncul melalui Media Cetak maupun Online. “Aksi Terorisme tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena berdampak pada pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), keberagaman bangsa ini seharusnya bisa menjadi satu kesatuan untuk terciptanya kerukunan Berbangsa dan Bernegara, maka dari itu pelaku teror harus diusut tuntas oleh pihak yang berwajib, sehi...