Postingan

Menampilkan postingan dengan label Politik

Membaca Buku-buku Kiri Bukan Aliran Radikal

Gambar
Probolinggo dihebohkan dengan dua mahasiswa dari komunitas Vespa Literasi yang diamankan Polisi setelah ditemukan membawa buku biografi Dipa Nusantara (DP) Aidit, buku ini ditemukan saat komunitas Vespa Literasi menggelar lapak baca buku gratis di Alun-Alun Kraksaan. Keduanya diamankan pada Sabtu (27/07/2019). Hal ini membuat penulis tertarik untuk membahasnya, kita ketahui bersama bahwa Dipa Nusantara Aidit adalah pemimpin senior partai kominis indonesia. Organisasi ini telah dilarang di indonesia, lantas apakah ketika seseorang membaca buku yang ada kaitannya dengan hal tersebut menjadi permasalahan hukum. Lebih parah lagi ketika orang yang membaca buku tersebut dianggap orang radikal atau bahkan kriminal. Jika betul orang yang membaca buku-buku kiri dianggap radikal, bagaimana nasib budaya literasi kita terutama dampaknya terhadap mahasiswa. Ketidak dewasaan lagi-lagi dipertontonkan dengan pemberantasan buku yang mana buku tersebut berfungsi sebagia media agar kita m...

Masih Sama, Keduanya adalah Indonesia

Gambar
Indonesia telah melaksanakan pesta demokrasi yang dilakukan serentak anatara Pileg dan Pilpres pada tanggal 17 April 2019 yang lalu. Berbagai pandangan sering kita dengar terkait wajah demokrasi setelah pemilu serentak itu, ada yang memuji tapi juga tidak sedikit yang mengkritiknya. Setelah hari pencoblosan selesai opini yang berkembang di media bermacam-macam sampai menimbilkan banyak keributan bahkan korban yang meninggal, KPU juga melakukan rekapitulasi Nasional hasil perolehan suara, dari tingkat paling bawah samapai nasional yang disahkan pada tanggal 21 Mei 2019 itupun menuai kontroversi. Tidak sampai disitu, Hasil Pemilu 2019 tepatnya hasil Pilpres juga menjadi sengketa di Mahkama Konstitusi (MK) yang dimohonkan oleh kubu pasangan Prabowo-Sandi. Sidang sengketa Pilpres tersebut berjalan dengan sangat cepat dan diputuskan oleh MK pada tanggal 27 Juni, hasilnya MK menolak seluruh gugatan dari pemohon. Setelah putusan itu disahkan polemik terkait Pilpres masih bergu...

Hiruk Pikuk Politik Tanah Air Membuat Lupa bahwa Indonesia Berduka

Gambar
Rebutan kursi jadi lupa untuk peduli Satu hari setelah selesai deklarasi calon Presiden dan Wakil Presiden RI, dari para politikus menjadi banyak perbincangan di media sosial. Tidak hanya itu, kalangan masyarakat bawah juga banyak membincangkan terkait hal itu. Kondisi ini merubah wajah Indonesia yang sedang berduka dengan bencana alam di NTB,  para pemimpin politik seakan-akan hanya berbicara tentang Pilpres 2019, namun tak peduli dengan duka yang dialami korban. Mungkin ungkapan Gus Dur sangat penting untuk kita ingat saat Indonesia memasuki tahun politik seperti sekarang "yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan" demikian nasehat Gusdur kepada siapapun yang telah berkuasa. Membaca kembali nasehat Gus Dur tersebut tentu kita berpikir tentang kondisi bangsa tepatnya di Lombok ada bencana Gempa Bumi yang harus kita lebih prihatinkan dari pada kita harus sibuk berdebat tentang siapa cawapres dari capres yang ingin maju, sungguh kondisi politik te...