Postingan

Menampilkan postingan dengan label Radikalisme

Membaca Buku-buku Kiri Bukan Aliran Radikal

Gambar
Probolinggo dihebohkan dengan dua mahasiswa dari komunitas Vespa Literasi yang diamankan Polisi setelah ditemukan membawa buku biografi Dipa Nusantara (DP) Aidit, buku ini ditemukan saat komunitas Vespa Literasi menggelar lapak baca buku gratis di Alun-Alun Kraksaan. Keduanya diamankan pada Sabtu (27/07/2019). Hal ini membuat penulis tertarik untuk membahasnya, kita ketahui bersama bahwa Dipa Nusantara Aidit adalah pemimpin senior partai kominis indonesia. Organisasi ini telah dilarang di indonesia, lantas apakah ketika seseorang membaca buku yang ada kaitannya dengan hal tersebut menjadi permasalahan hukum. Lebih parah lagi ketika orang yang membaca buku tersebut dianggap orang radikal atau bahkan kriminal. Jika betul orang yang membaca buku-buku kiri dianggap radikal, bagaimana nasib budaya literasi kita terutama dampaknya terhadap mahasiswa. Ketidak dewasaan lagi-lagi dipertontonkan dengan pemberantasan buku yang mana buku tersebut berfungsi sebagia media agar kita m...

Aktivis Menjadi Benteng Penangkal Terbentuknya Sarang Radikalisme di Kampus

Gambar
Sumber Gampar: https://jalandamai.org/wp-content/uploads/2017/05/maha.jpg Sasaran paham Radikalisme salah satunya Pemuda atau Mahasiswa yang belajar di Perguruan Tinggi (PT) Negri atau Swasta. untuk itu perlu adanya penanggulangan secara komprehensif, dan itu semua harus melibatkan semua pihak. Kampus yang selama ini dikenal sebagai tempat persemaian manusia berpandangan kritis, terbuka, dan intelek, ternyata tidak bisa imun terhadap pengaruh ideologi radikalisme. Radikalisme menyeruak menginfiltrasi kalangan mahasiswa di berbagai kampus. Dari masa ke masa di lingkungan kampus hampir selalu ada kelompok radikal baik ekstrem kanan maupun ekstrem kiri. Kampus yang didalamnya ada Mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki peran penting dalam mencegah radikalisme. Yang tidak kalah penting adalah revitalisasi lembaga, badan, dan organisasi kemahasiswaan intra maupun ekstra kampus. Organisasi-organisasi yang ada di kampus memegang peranan penting untuk mencegah berkembangnya ...

Sikap Tegas Ketua Rayon M. Hatta PMII INZAH Genggong atas terjadinya Aksi Teror di Surabaya

Gambar
  Muhammad Husen Taufik Ketua Rayon M. Hatta (Fakultas Ekonomi & Bisnis Islam) Pergerakan Mahasisa Islam Indoneisa (PMII) Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong, memberikan sikap tegas terhaap Aksi Bom Bunuh Diri yang   terjadi di Surabaya. Ketua Rayon M. Hatta (Sahabat Muhammad husen Taufik) mengatakan, Aksi   teror tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena akan berakibat pada keberagaman dan mengganggu keamanan Bangsa Indonesia, terbukti   ketika Aksi Terorisme terjadi Masyarakat begitu terganggu dengan kejadian tersebut, tidak hanya pada Sosial Masyarakat tetapi persepsi-persepsi juga muncul melalui Media Cetak maupun Online. “Aksi Terorisme tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena berdampak pada pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), keberagaman bangsa ini seharusnya bisa menjadi satu kesatuan untuk terciptanya kerukunan Berbangsa dan Bernegara, maka dari itu pelaku teror harus diusut tuntas oleh pihak yang berwajib, sehi...