Masih Sama, Keduanya adalah Indonesia
Indonesia telah melaksanakan pesta demokrasi yang dilakukan serentak anatara Pileg dan Pilpres pada tanggal 17 April 2019 yang lalu. Berbagai pandangan sering kita dengar terkait wajah demokrasi setelah pemilu serentak itu, ada yang memuji tapi juga tidak sedikit yang mengkritiknya.
Setelah hari pencoblosan selesai opini yang berkembang di media bermacam-macam sampai menimbilkan banyak keributan bahkan korban yang meninggal, KPU juga melakukan rekapitulasi Nasional hasil perolehan suara, dari tingkat paling bawah samapai nasional yang disahkan pada tanggal 21 Mei 2019 itupun menuai kontroversi.
Tidak sampai disitu, Hasil Pemilu 2019 tepatnya hasil Pilpres juga menjadi sengketa di Mahkama Konstitusi (MK) yang dimohonkan oleh kubu pasangan Prabowo-Sandi. Sidang sengketa Pilpres tersebut berjalan dengan sangat cepat dan diputuskan oleh MK pada tanggal 27 Juni, hasilnya MK menolak seluruh gugatan dari pemohon. Setelah putusan itu disahkan polemik terkait Pilpres masih bergulir.
Tepatnya 10 Juli 2019 setelah putusan MK menolak seluruh permohonan pasangan Prabowo-Sandi, lalu mengajukan kasasi ke Mahkama Agung (MA). Hal ini mengejutkan banyak pihak, tidak ada yang mengira hal itu akan dilakukan.
Itulah sedikit gambaran yang bisa penulis gambarakan terkait perjalanan polemik pasca Pemilu 2019 terlaksana. Namun yang lebih menarik, yang ingin penulis bahas adalah pertemuan pasangan calon Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Hal ini menjadi menarik karena rekonsiliasi antara kedua pasangan calon terus menjadi perdebatan, siapa sangka keduanya saling bertemu dan membuat publik begitu terkejut.
Pertemuan itu terjadi pada tanggal 13 Juli 2019 di Stasiun MRT, setelah tiga hari pasangan Prabowo-Sandi mengajukan kasasi ke MA. Saat bertemu keduanya sangat akrab saling tawa, spontan netizen di dunia maya banyak memberikan tanggapan terkait hal itu dibuktikan dengan hastag #03persatuanindonesia yang bergema.
Keduanya memberikan contoh yang luar biasa, kedewasaan dalam berpolitik beliau ajarkan kepada rakyat. Bahwa sesungguhnya pertarungan itu selesai saat berada di atas panggung dan ketika kembali berada di belakan panggung kita indonesia, yang harus menjaga persatuan dan kerukunan, bersama-sama membangun bangsa ini lebih merdeka.
Keberagaman adalah kekuatan Bangsa ini. Salam damai, apabila tulisan ini mempunyai banyak kesalahan mohon saran dan kritiknya. Damaialah Negri-ku.
Penulis: Fathol Arifin
Komentar
Posting Komentar